Minggu, 16 Maret 2014

Membuat Lubang Resapan Biopori

Biopori, sebuah kata yang akhir-akhir ini menjadi banyak perbincangan di sekolah yang sedang berburu Adiwiyata. Biopori menjadi salah satu tolok ukur penilaian dari sebuah sekolah yang akan mengikuti prosesi penilaian Adiwiyata. Ada sebagian sekolah yang memaknai biopori adalah lubang resapan berbentuk silinder yang berada di halaman sekolah, ada pula yang memaknai biopori merupakan salah satu bentuk upaya mengembalikan fungsi tanah dengan menambahkan pemupukan alami melalui lubang biopori. Entah benar entah salah tergantung sudut pandang pemakna biopori tersebut memnadang fungsi biopori, yang jelas biopori bermanfaat mencegah kerusakan fungsi lingkungan.
Sekolah mulai mengadakan kegiatan melubangi halaman sekolah, taman sekolah, trotoar sekolah dan tempat-tempat yang lain sebagai bentuk gerakan Ayo Membuat Biopori di sekolah. setelah membuat biopori ada yang membiarkan ala kadarnya, ada pula yang menambahkan lubang biopori dengan paralon untuk mencegah kerusakan biopori.
Untuk lebih memahami Lubang Resapan Biopori, berikut artikel tentang Biopori dari berbagai sumber.
Biopori merupakan lubang silinder vertikal berdiameter 10 cm dengan kedalaman kurang lebih 100 cm dengan jarak antara masing-masing biopori kurang lebih 50 - 100 cm. Lokasi tempat pembuatan LRB sebaiknya di sekitar tanaman atau di tempat yang sering tergenang air pada saat turun hujan, tetapi jangan melebihi muka air tanah. Untuk membuatnya dapat menggunakan alat biopori manual model U atau model putar, bor tanah, bambu atau pipa besi. Jika kondisi tanah terlalu kering dan keras, maka akan sulit jika menggunakan bambu atau pipa besi.
Kapasitas lahan yang akan dibuat biopori dengan jumlah lubang berdasarkan luas lahan. Setiap 50 m2 maka dibutuhkan 10 lubang dengan perhitungan sebagai berikut:
Luas lahan antara 0 - 50 m2, dibutuhkan 10 lubang,
Luas lahan antara 50 - 100 m2, dibutuhkan 20 lubang,
Luas lahan antara 100 - 150 m2, dibutuhkan 30 lubang.
Apabila lubang biopori telah selesai dibuat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan lubang biopori yang telah dibuat. Bila biopori tersebut terletak di halaman atau di taman yang berfungsi sebagai resapan perlu adanya penahan permukaan lubang supaya tidak menutup atau longsor ke dalam biopori, bisa dengan menambahkan adukan semen atau memasukkan pipa paralon. Berbeda apabila lubang resapan biopori yang berfungsi untuk mengembalikan fungsi tanah, mengembalikan kesuburan tanah maka permukaan lubang biopori tidak perlu diberi penahan. Bahkan jika perlu, lubang biopori tersebut sering kita isi dengan dedaunan atau sampah sehingga dapat menjadi pupuk atau kompos.

Ditulis oleh Lutfi Rohman untuk Adiwiyata: go green to save my life, my world

Minggu, 16 Februari 2014

Kolaborasi Adiwiyata dan Lomba Lingkungan Sekolah Sehat

UPT SMA Negeri 3 Pasuruan, bukanlah sekolah kemarin sore dalam hal pemberdayaan lingkungan bersih dan sehat. Tahun 2009, sekolah ini pernah mendapat penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata, tapi kala itu Sekolah Adiwiyata bukan untuk diperlombakan. Kala itu SMA Negeri 3 Pasuruan berbenah lingkungan dengan mempercantik lingkungan depan kelas dengan membangun beberapa taman yang merupakan bantuan dari donasi orang tua yang kala itu masih membayar SPP.

Untuk melengkapi keindahan taman, selanjutnya juga dibangun wastafel unik berbentuk pohon yang terletak di depan ruang kelas walaupun jumlahnya tidak memadai tapi dapat menjadikan  cuci tangan menjadi sebuah kebiasaan hidup bersih.
Wastafel tersebut sebenarnya dibangun sebagai salah satu bentuk persiapan untuk mengikuti lomba lingkungan sekolah sehat yang telah dicapai SMA Negeri 3 Pasuruan yang menduduki peringkat 1 dalam lomba lingkungan sekolah sehat tingkat Kota Pasuruan. Sebagai kelanjutan dari lomba tersebut SMA Negeri 3 Pasuruan dipilih untuk mewakili Kota Pasuruan menuju Lomba Lingkungan Sekolah Sehat tingkat Propinsi.
Bentuk komitmen sekolah untuk mendukung Kota Pasuruan dalam Lomba Lingkungan Sekolah Sehat tersebut, ruang UKS mulai dibenahi dengan membangun toilet bersih di ruang UKS maupun di beberapa tempat di sudut sekolah. Toilet sebagai salah satu bentuk hidup bersih perlu dipercantik sehingga siswa maupun warga sekolah bisa memanfaatkan dengan baik dan benar.
Di sisi lain, Adiwiyata juga turut berbenah. Taman-taman yang pada mulanya hanya di beberapa tempat dikembangkan menjadi taman di masing-masing depan kelas. Bunga maupun tumbuhan rindang untuk taman di sebar di berbagai taman depan kelas, sehingga depan kelas menjadi semakin asri dan cantik.
Taman Toga (Tanaman Obat Keluarga) mulai dibentuk dengan membuat bedeng-bedeng yang berisi bermacam-macam tanaman obat keluarga seperti, kunyit, laos, temu lawak, serai, sirih, dan beberapa tanaman yang lain. Tanaman yang berasal dari sumbangan siswa ditanam berdasarkan kelompok tumbuhan disemai dan dirawat oleh kelompok pecinta lingkungan yang bernama "JOGO JAGAD".
Setelah taman toga berdirilah "GREEN HOUSE". Rumah hijau yang awal mulanya berisi tanaman-tanaman yang dimanfaatkan oleh siswa untuk pembelajaran biologi lambat laun juga menjadi tempat penyemaian atau pembibitan tanaman yang merupakan pembiakan tumbuhan untuk pemeliharaan taman yang telah ada.
Kontribusi "JOGO JAGAD" sebagai kepanjangan tangan Adiwiyata, menjadikan siswa menjadi sosok pelestari lingkungan yang berlatih mengupayakan lingkungan di SMA Negeri 3 Pasuruan terkelola dengan baik. Kelompok ini memiliki bengkel kerja berupa pengolahan kompos dan daur ulang kertas serta limbah plastik dari lingkungan sekolah.

Ditulis oleh Lutfi Rohman untuk mendukung Adiwiyata dan Sehat dimulai dari SAYA

Minggu, 23 Juni 2013

Kurikulum 2013

Pemberlakuan Kurikulum 2013 sepertinya tidak dapat ditolak. walaupun berbagai elemen masyarakat menyuarakan penolakan. Sebagai  salah satu bagian dari pendidikan, guru-guru semestinya segera menyiapkan diri untuk turut mensukseskan Kurikulum 2013.

Salah satu bentuk kesiapan diri terhadap pemberlakuan Kurikulum 2013 semestinya guru-guru memiliki perangkat perundangan yang berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum tersebut.

klik link berikut untuk mendapatkan perangkat perundangan Kurikulum 2013 : http://urip.files.wordpress.com atau http://bsnp-indonesia.org/id/?p=1239

Selain perundangan yang telah dipersiapkan oleh kementrian pendidikan, juga telah dipersiapkan perangkat buku yang digunakan oleh siswa dan pegangan guru; walau saat ini belum lengkap seluruhnya.

Untuk mendapatkan unduhan buku mata pelajaran yang dipersiapkan untuk kurikulum 2013 dapat diperoleh di http://psmk.net/widyaprima.  Untuk saat ini tidak semua buku yang bisa didownload, mudah-mudahan seiring waktu dapat dilengkapi dan dapat segera digunakan dalam pembelajaran.

Jumat, 21 Juni 2013

Cap Jari dan Legalisasi Ijazah

PENGUMUMAN

Diberitahukan kepada siswa kelas XII, bahwa cap jari ijazah dapat dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa tanggal 24 dan 25 Juni mulai pukul 08.00 - 12.00 WIB
menghubungi Bapak Jamroni

Pengambilan dapat dilaksanakan pada
Hari Kamis, 20 Juni 2013 pukul 08.00 - 12.00 WIB 

Mohon diinformasikan kepada seluruh siswa kelas XII


Terima kasih
Waka Kurikulum

Kamis, 23 Mei 2013

Kelulusan SMA N 3 Pasuruan

KELULUSAN UJIAN NASIONAL DAN UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Pada hari ini Jumat, Duapuluh Empat Mei Dua Ribu Tigabelas, pada pukul 08.00 WIB telah diadakan rapat pleno kelulusan yang dipimpin oleh Kepala UPT SMA Negeri 3 Pasuruan yang dihadiri oleh Seluruh Dewan Guru, Wali Kelas XII. Dalam rapat tersebut disampaikan syarat-syarat kelulusan yang diatur dalam POS UN 2013 dan Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Pedoman Teknis (DOMNIS) syarat-syarat kelulusan siswa UPT SMA Negeri 3 Pasuruan,

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala UPT SMA Negeri 3 Pasuruan No. 421/165/423.102.64/2013 dinyatakan bahwa:
  

SISWA UPT SMA NEGERI 3 PASURUAN
  
  
Selamat dan Sukses, semoga Alloh Swt menyertai kita semua